pasangan romantis drama korea

Cerita Pasangan Romantis Cerita Pasangan Romantis

cintasehati.com Suatu hari, Khalid yang seorang programmer IT dipaksa menyelesaikan tugas di salah satu perusahaan pakaian dalam wanita. Uzma berhasil memberdayakan karakternya untuk berdiri melawan ketidakadilan dan mempraktikkan agamanya dengan bangga, alih-alih tetap diam. Para tokoh tidak bertanya-tanya mengapa mereka menjadi korban, tetapi mereka ingin tahu bagai mana dapat berbicara, mendidik orang lain, dan menjadi autentik bagi diri mereka sendiri. Terkait Islamofobia, Uzma meyakini, fenomena itu ada di seluruh dunia. Memang ada kebencian yang diarahkan pada orang-orang tertentu, sayangnya banyak dari korban adalah Muslim. Toronto yang menjadi setting novel Love After Marriage merupakan kota multikultural, mungkin di dunia menjadi salah satu kota paling multikultural. Banyak budaya berbeda yang berkembang, salah satunya Islamofobia. Karena menjadi minoritas, Uzma mengatakan, Muslim bisa mendapat tekanan luar biasa dengan alasan terlihat berbeda. Jamaah di beberapa masjid menjadi sasaran penyerangan mengatakan, takut pergi lagi ke masjid. Uzma melihat, hal itu terjadi di beberapa negara Eropa. Uzma mengatakan, terlibat dalam politik dan menulis buku membantu megubah cara orang lain melihat Muslim. Karena itu, dia merasa apa yang telah dilakukan sudah sangat tepat dengan menulis buku.

Jujur saja, kau mungkin tak akan suka rasanya, karena sebenarnya rasanya sungguh tidak enak. Gemma, aku hanya ingin kau tahu bahwa aku sangat mencintaimu. Air mata nenekpun turun membasahi pipinya. Ia sadar betapa besarnya cinta kakek padanya. Sejak saat itupun ia selalu menambahkan garam di dalam kopinya. Spoiler for Cerita Cinta 4: Mengapa Kamu Mencintaiku? Cerita Cinta 4: Mengapa Kamu Mencintaiku? Pernahkah bertanya pada kekasih atau suami, “kenapa kamu mencintaiku?” Setidaknya 3 dari 5 orang pernah menanyakan hal ini pada kekasih atau suaminya. Dan, jawaban yang diperoleh tak selamanya romantis, kan? Suatu hari, seorang pasangan kekasih sedang berjalan-jalan di taman. Dipetiknya sebuah bunga yang cantik oleh si pria dan diberikan kepada kekasihnya, “ini untukmu sayang.” Di luar dugaan, kekasihnya justru terdiam. Tak berapa lama kemudian ia bertanya pada kekasihnya? Wanita: Kenapa kau menyukaiku? Pria: Aku juga tidak tahu alasannya. Tetapi aku sangat menyukaimu, aku mencintaimu, sayang. Wanita: Kamu jahat. Kamu bahkan tidak bisa menyebutkan satu alasanpun mengapa kau menyukai aku.

Kalau suatu saat nanti ada yang lebih cantik dari aku pasti kau akan meninggalkan aku. Bagaimana bisa kau bilang kau mencintaiku jika kau tak tahu alasannya? Pria: Aku benar-benar tidak tahu alasannya, sayang. Tetapi, bukankah perhatian, kasih sayang dan kehadiranku di hidupmu sudah menjadi bukti cintaku? Semua tidak membuktikan apapun. Aku hanya butuh alasan, kenapa kamu bisa menyukaiku? Pria: Baiklah, akan kucoba cari alasannya. Kekasihnya kemudian mengangguk, dan menerima bunga itu dengan senang hati. Beberapa hari kemudian, sebuah kecelakaan menimpa wanita tersebut. Ia harus kehilangan rambutnya yang panjang dan lembut karena terjepit dan terpaksa harus dipotong. Ia juga harus kehilangan suara dalam beberapa waktu karena pita suaranya terbentur keras. Kulitnya yang dulu halus mulus kini terpapar beberapa jahitan. Ia terbaring tak berdaya. Di sampingnya ada secarik surat. Cinta tak pernah membutuhkan alasan. Ia juga akan tetap hadir secara misterius. Datang tanpa pernah diduga sebelumnya. Percayalah akan kekuatan cinta, karena kau tak pernah tahu seberapa besar ia akan membuat hidupmu bahagia. Serendipity sendiri adalah istilah dari bahasa Inggris yang artinya ‘kebetulan’.

Baca Juga :Cinta Itu Buta

Dikatakan ‘kebetulan’ bukan sesuatu yang dianggap meremehkan, namun sebuah ‘kebetulan’ yang tampaknya sudah direncanakan dengan sangat baik oleh-NYA. IPK cemerlang ternyata tak pernah menjamin seseorang mendapatkan pekerjaan dengan cepat. Di dunia kerja yang keras, persaingan jauh lebih ketat ketimbang modal IPK saja. Dan beginilah aku, prestasi yang selama ini kubanggakan bak selembar kertas yang hanya dikirim-kirimkan ke berbagai perusahaan. Aku nyaris putus asa ketika seorang teman mengajakku untuk ikut job fair di sebuah hotel terkenal. Dan apabila ini adalah kesempatan untuk meraih mimpi, tak akan pernah kulewatkan lagi. Sebuah suara mengejutkanku, “ada yang bisa dibantu?” dengan senyum yang ramah dan manis ia menawarkan bantuannya. Aku memang tak pernah berpengalaman mengikuti job fair. Alhasil di sana aku hanya bengong melihat ke sana kemari dan membaca semua daftar nama perusahaan yang terpampang di depan booth itu. Iapun kemudian menyodorkan sebuah lembar kertas, yang isinya posisi kerja di tempat perusahaannya. Setelah kulirik, ah rasanya aku sama sekali tak tertarik. Namun entah mengapa akhirnya aku menyodorkan amplop berisi CV-ku padanya.